Lomba Menulis di Blog

 

 wijayalabs@gmail.com

 

“ Membangun Indonesia Melalui Dunia Pendidikan dengan Pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan.”

Merdeka Belajar saat 75 Tahun kemerdekaan Indonesia.

Indonesia mengalami Kesedihan karena Pandemi Covid - 19. Covid - 19 adalah virus yang menyerang saluran pernapasan dan paru - paru manusia dan menyebabkan infeksi serta menyebabakan kematian. 

Bermacam informasi dan peristiwa mewarnai dalam masa bulan ke bulan. Pemerintah resah, Masyarakat resah, Keluarga, dan dunia pendidikan pun juga mengalami dilema yang begitu membingungkan

Dalam masa itu PGRI Pusat mengadakan Survey untuk guru, orang tua, dan siswa. Dan jawaban atas isi surveypun mengagetkan. Hampir 85,5 % orang tua cemas jika sekolah dimulai pada pertengahan Juli ini kata Bu Unifah Rosyidi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia ( PB PGRI ) tetapi sekitar 65 % responden anak berharap dapat sekolah kembali. Hal ini dapat dipahami karena anak sudah terlalu lama tinggal dirumah, ada kejenuhan dan rindu suasana sekolah, sementara sebanyak 57 % Responden guru mengaku siap kembali mengajar dan 43 % lainnya mengajar dirumah,menolak berada disekolah atau memberikan pelajaran secara tatap muka.

 Dari serangkaian survey periodik terkait dengan kesiapan guru dengan pembelajaran jarak jauh.

Hasilnya sangat menarik karena gerakan untuk belajar dirasakan di mana – mana. Pemerintah harus memanfaatkan ini sebagai suatu momentum untuk melakukan pembenahan pendidikan nasional dalam waktu dekat ini. ( Seperti dilansir oleh Medcom.id )

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran no.2 thn 2020 dan no. 3 tahn 2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease ( COVID - 19 ) dan Beliau mengatakan boleh dana BOSNAS digunakan untuk pembelian Paket data / kuota Internet untuk guru dalam proses belajar jarak jauh.

Setelah Pemerintah memberitahukan bahwa negara dalam keadaan Darurat Bencana, Mulailah persoalan – persoalan muncul disekolah khususnya.

Seiring perkembangannya, Pemerintah memberlakukan ERA NEW NORMAL, bahwa keadaan kembali seperti semula, Belajar dari rumah, dan bekerja dari rumah namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dan sekolahpun harus memperhatikan keadaan sekolah, siswa – siswanya, dan orang tua siswa, serta penguasaan tekhnologi dan pengetahuan yang dimiliki guru dan orang tua juga harus diperhatikan, serta siap dengan segala protokol kesehatan, Mampukah sekolah ? 

Proses Pembelajaran tidak mengedepankan ketuntasan kurikulum namun yang diutamakan adalah pendidikan karakter, kecakapan hidup dan pengetahuan ( Kompasiana, Safitri Yuhdiyanti)

 Apakah Pembelajaran Jarak Jauh itu ?

Menurut WIKIPEDIA, PJJ pembelajaran jarak jauh atau disebut juga dengan Pendidikan jarak jauh merupakan pendidkan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran elektronik ( e-leraning) atau pembelajaran Daring ( online ) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan Tekhnologi elektronika dan tekhnologi berbasis internet.

 Didaerah, Pemerintah daerah mulai mengeluarkan Surat Keputusan Tanggap Darurat, Darurat Bencana, Pasar ditutup, toko – toko ditutup, pusat keramaian dikosongkan. Sekolah diliburkan. Daerah kamipun tak luput dari Zona Merah. Yang artinya sekolah tidak boleh mengadakan tatap muka.

 Mulailah jadwal belajar ditetapkan oleh dinas pendidikan terkait pembelajaran. Siswa dihimbau untuk mengikuti streaming pembelajaran lewat channel youtube, TVRI serta mengikuti kegiatan belajar jarak jauh dari Channel Cerdas daerah. Guru juga di himbau untuk tetap membuat Rencana Pembelajaran, Jurnal serta mengikuti WEBINAR – WEBINAR pendidikan.

Permasalahan muncul lagi ?

Orang tua

1.     Tidak mempunyai HP Android, hanya punya HP senter ( yang hanya bisa mengirim SMS dan menelpon )

2.     Tidak punya uang untuk beli Paket Data

3.     Tidak memahami Tugas yang diberikan Guru kepada anaknya

4.     HP yang digunakan secara bergantian

5.     Sulitnya komunikasi dengan guru

 

Siswa

1.     HP bergantian dengan orang tua

2.     Tidak bisa membeli Kuota Internet

3.     Sulitnya komunikasi dengan guru

4.     Akses Jaringan terbatas

5.     Sulitnya memahami pembelajaran

6.     Jam tidurnya terganggu

 

Guru

1.     Membagi waktu antara mengikuti Webinar dan PJJ

2.     Keterbatasan Alat Komunikasi  dan Biaya untuk pembelian Kuota Internet

3.     Komunikasi dengan orang tua siswa

4.     PJJ melalui daring, nampaknya kurang efektif bagi sekolah kami khususnya

5.     Tingkat penguasaan IT orang tua

 Menyadari hal itu penulispun harus berpikir bagaimana caranya PJJ ini menjadi efektif dan menyenangkan bagi siswa. Karena guru harus mampu merancang, improvisasi, inovasi pola pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan.

Penulis pun mengikuti Webinar yang diselenggarakan PB PGRI selama 12 hari, kemudian lanjut ikut kelompok belajar menulis bersama Omjay, membuat blog, mengikuti konfrensi Blogger Guru, menulis puisi di buku Antologi Puisi, serta bimbingan menulis artikel sampai dengan hari ini.

 

Penulis juga ikut dalam Fasilitasi Kukar cerdas,  ( channel Youtube daerah ) yang mana kami diundang dan dibentuk dalam sebuah tim kelas 1 sampai kelas 6 SD  untuk membuat video – video pembelajaran yang nantinya akan di share kepada publik.

 

 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=294476304972721&id=100032310622682 

 

Dalam penguatan karakter penulis juga ikut tergabung dalam Kwartir ranting gerakan pramuka pangkalan SDN 011 tenggarong dan mengikuti gelang ajar Nasional yang diikuti oleh pembina pembina seluruh indonesia, menjadi ketua tim seleksi calon Pramuka Garuda yang nantinya akan dikirim untuk mengikuti seleksi di kwartir cabang. Mereka mengikuti seleksi dari pengiriman berkas, Tekpram ( tekhnik kepramukaan ) dibuat video kemudian dikirim lewat class room serta kuliner membuat kue kue tradisional dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan

 

 

Di sekolah, selain mengirim tugas lewat google drive, absensi kehadiran, juga membuat video pembelajaran untuk dishare di group WA kelas. bagi siswa yang tidak punya HP atau terkendala dalam hal daring, bisa mengumpulkan tugas dengan jadwal yang sudah disepakati disekolah tetap dengan protokol kesehatan, selain itu penulis juga membina ekskul MIPA disekolah tetap harus berjumpa lewat daring untuk pembelajaran - pembelajaran tersebut.

Dan penulis mengikuti webinar - webinar lainnya. Manfaat yang diterima adalah menambah wawasan dalam menerapkan pola pembelajaran yang efektif. 

Disekolah secara mandiri mengikuti workshop mandiri 2020 Pengembangan administrasi dan tekhnik pembelajaran secara online serta membantu teman teman guru yang kesulitan dalam pembelajaran menggunakan tekhnologi internet

Bersama  Pengurus PGRI Kabupaten bertemu Bapak Bupati Kutai Kartanegara, Silaturahmi serta menyampaikan aspirasi dan menyampaikan solusi atas permasalahan dan kendala PJJ selama Pandemi ini. 




Tantangan dari semua permasalahan adalah model pembelajaran berbasis digital masih masif. Tidak mampu menjangkau secara menyeluruh menjangkau lapisan sosial menengah ke bawah yang ada di lingkungan sekolah. Tidak semua siswa mempunyai akses terhadap tekhnologi digital hingga mampu mempengaruhi kualitas pembelajaran siswa ( Tempo .Co )

Harapannya adalah dengan kemampuan dan semangat guru dalam menyampaikan ilmu dengan bermacam metode, setidaknya mampu mengurangi ketimpangan sosial dalam pembelajaran. Guru mampu menjadi mediator, fasilitator antara guru dan orang tua.

penulispun sering di komplain oleh orang tua yang tidak sabaran, karena keterlambatan membalas chat di WAG. Padahal penulis berusaha membagi waktu diantara kegiatan - kegiatan yang ada. Keterbatasan Alat komunikasipun menjadi kendala yang sangat berarti bagi guru.

Semoga Pandemi ini cepat berlalu, 

Tetap jaga kesehatan,

Selalu Berdoa

Tenggarong, 18 Agustus 2020

AIDIL FITRIANI, S. Pd., M. Pd

SDN 011 TENGGARONG


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

  1. https://wijayalabs.wordpress.com/2020/08/11/lomba-blog-tingkat-nasional/ Alhamdulillah sudah ada 140 orang guru mengirimkan tulisannya di blog, terima kasih. Mohon diisi bagi yg mengirimkan artikelnya, https://forms.gle/fVGsXeU1fXmtcGZE6

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Alhamdulillah Terimakasih omjay atas kesempatannya ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜Š

      Hapus
  3. Luar biasa....
    Mhn kunjungannya jg n follow hasanuddin.mapel.xyz

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Terimakasih pak suportnya ...๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

AKSI NYATA MODUL 1.4.a.